Forum Interaktif Desa #4 “Membawa BUMDesa Menuju Desa Sejahtera”

Bagian Pemerintahan kembali menyelenggarakan Forum Interaktif Desa, sebuah forum yang mempertemukan pemerintah daerah dan beberapa pakar/ praktisi dengan masyarakat desa untuk mendiskusikan topik terkini terkait desa.

Kali ini bekerja sama dengan Paguyuban BUMDesa Wonosobo, mengambil topik tentang BUM Desa dan merupakan seri jelajah desa, mengambil tempat di BUMDesa Silatri Indah Desa Beran, Kecamatan Kepil. Topik ini diambil karena pembicaraan tentang BUMDesa selalu menghadirkan banyak pertanyaan yang menantang. Mengapa harus BUMDesa? Apakah usaha-usaha yang dilakukan warga lokal desa tidak cukup? Apa nilai tambah BUMDesa bila dibandingkan dengan usaha pribadi maupun usaha kelompok warga? Siapa dan bagaimana mengembangkan BUMDesa? Bilamana dan dalam kondisi apa BUMDesa bisa hadir secara kokoh dan berkelanjutan? Mengapa ada BUMDesa yang sehat dan berkelanjutan, sementara ada BUMDesa lain mati suri atau gulung tikar?

Berbagai ilmu, wawasan dan pengalaman dibagikan oleh para kawan diskusi yakni Bapak Sumaedi, S.H., M.Si (Asisten Pembangunan Sekda), Ibu Retno Eko Syafariati, S.Sos, M.M (Sekretaris Dinas Sosial & Pemberdayaan Masyarakat Desa), Bapak Insan Mahmud (Tenaga Ahli Madya Pengembangan Ekonomi Lokal Prov Jateng) serta Bapak Akhmat (Direktur BUMDesa Silatri Indah, Beran).

Keempat narasumber menegaskan bahwa BUMDesa memiliki peluang yang sangat besar sebagai kreatifitas lokal desa yang akan berdampak kesejahteraan desa. Akan tetapi ada beberapa hal penting yang perlu dicermati oleh kawan-kawan yang akan atau sedang mengembangkan BUMDesa, antara lain :

  1. Identifikasi potensi desa adalah hal mutlak yang harus dilakukan pertama kali. Jangan latah dengan trend, tapi cobalah mencari kearifan lokal, ciri khas, budaya dan jati diri desa.
  2. Pastikan mendapatkan dukungan masyarakat, agar berkelanjutan.
  3. Rencanakan keberhasilan dengan membuat rencana usaha dan analisa kelayakan usaha.
  4. Siapkan strategi bertahan menuju unggul dengan keunggulan komparatif.
  5. Solidkan tim BUMDesa yang dimiliki.
  6. Akuntabilitas keuangan kepada masyarakat adalah mutlak!
  7. Jadikan Informasi dan Teknologi sebagai kawan.

Acara ini dihadiri oleh pemerintah desa dan BUMDesa yang ada di Wonosobo sekaligus perangkat daerah dan organisasi masyarakat yang terkait dengan BUMDesa. Beberapa BUMDesa dari Kabupaten Magelang dan Temanggung turut meramaikan diskusi ini.

Di akhir diskusi moderator, Aldhiana Kusumawati (Bagian Pemerintahan Setda) menutup dengan kesimpulan :

“Kantong kemiskinan letaknya ada di desa. Tidak cukup banyak pihak yang bergerak untuk mengatasinya. Tetapi semua unsur harus bergerak termasuk desa. BUMDesa adalah ikhtiar desa untuk menggerakkan ekonomi desanya, tapi jangan membentuk karena latah semata. Ada jurus jitu untuk membawa BUMDesa menuju Desa Sejahtera. Jangan asal mengembangkan ide usaha. Jangan enggan untuk belajar dan berinovasi. Jangan malas untuk berkonsolidasi dan berjejaring. Jangan lupa menjaga akuntabilitas dana yang dikelola. Jangan bosan untuk selalu terbuka kepada warga. Jangan anti dengan kemajuan peradaban. Rencanakan keberhasilan BUMDesa, dan jangan menunda untuk “GILA” – Gali Ide Langsung Aksi!”

Sudah saatnya memandang optimis kepada keberadaan BUMDesa bahwa BUMDesa Berdaya adalah salah satu jalan untuk mensejahterakan warga.

Referensi untuk belajar tentang BUMDesa juga dapat dilihat pada beberapa buku seri ini :

Buku Pintar Seri BUMDesa

Buku Seri BUMDesa Pelembagaan BUM Desa

Buku Seri Rancang Bangun Bisnis BUM Desa

1 thought on “Forum Interaktif Desa #4 “Membawa BUMDesa Menuju Desa Sejahtera”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *