Cara Menerbangkan Balon Udara Yang Aman Bagi Penerbangan

Perusahaan Umum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (Perum LPPNPI) atau AirNav Indonesia melakukan sosialisasi cara menerbangkan balon udara yang aman aman utuk dunia penerbangan. Bagaimana caranya?

AirNav merangkul Komunitas Balon Udara Tradisional Wonosobo, untuk even sosialisasi penerbangan balon udara tradisional di Alun-alun Barat Wonosobo, Sabtu (19/8/2017). Wonosobo merupakan salah satu daerah yang selama ini memiliki tradisi melepas balon udara pada peringatan hari besar atau perayaan tertentu.

Sekretaris Perusahaan AirNav Indonesia, Didiet KS Radityo, mengatakan metode tersebut yakni dengan menyematkan tali pada balon udara sebelum diterbangkan. Dengan demikian, meskipun sudah terbang balon udara tetap bisa dikendalikan dan tidak membahayakan.

“Kami merumuskan standar penerbangan balon udara yang ditambatkan ini bersama-sama. Berdasarkan best practice yang dilakukan Komunitas Balon Udara Wonosobo kemudian diselaraskan dengan peraturan penerbangan sipil yang berlaku di domestik maupun internasional,” terangnya.

Dalam sosialisasi ini, AirNav menerbangkan dua balon udara tradisional dengan ditambatkan dengan tali sepanjang 30 meter. Balon udara tersebut berhasil diturunkan dan tidak menganggu penerbangan.

Didiet menambahkan, kebiasaan warga menerbangkan balon udara tradisional ini menjadi perhatian dunia penerbangan. Ia menyebutkan, saat lebaran tahun ini ada 63 laporan soal keberadaan balon udara tradisional di atas 25 ribu kaki. Kondisi tersebut sudah mengganggu dan membahayakan dunia penerbangan.

“Jumlah aduan atau laporan dari pilot kepada kami pada tahun ini meningkat. Pada tahun 2016 ada 14 laporan dan tahun ini naik menjadi 63 laporan,” ungkapnya.

Balon udara yang diterbangkan tanpa ditambatkan ini berbahaya lantaran dapat merusak pesawat udara. Misalnya, jika sampai terhisap mesin pesawat dapat menyebabkan mesin mati. Jika tersangkut di sayap, sirip atau moncong pesawat maka akan mengganggu fungsi kendali dan sensor pesawat.

“Saat kami menjelaskan hal ini kepada warga, ternyata mereka memang baru mengetahui bahaya menerbangkan balon udara yang tidak ditambatkan,” kata dia.

“Kami berharap agar uji coba di Wonosobo dapat menjadi referensi bagi daerah-daerah lain di Jawa Tengah dan Jawa Timur yang memiliki tradisi menerbangkan balon udara,” lanjutnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *